LAPORAN KEGIATAN PERIODE JULI – DESEMBER 2014

LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JUL-DES 2014_004 LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JUL-DES 2014_005 LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JUL-DES 2014_006 LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JUL-DES 2014_007 LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JUL-DES 2014_008 LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JUL-DES 2014_009 LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JUL-DES 2014_010 LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JUL-DES 2014_011 LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JUL-DES 2014_012 LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JUL-DES 2014_013 LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JUL-DES 2014_014 LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JUL-DES 2014_015 LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JUL-DES 2014_016 LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JUL-DES 2014_017 LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JUL-DES 2014_018

Dipublikasi di External, Kegiatan

DONOR DARAH TANGGAL 20 SEPTEMBER 2014

Aksi donor darah kembali diadakan setelah donor darah terakhir bulan Mei 2014. Donor darah ini merupakan salah satu program kerja rutin dari Yayasan Ananda Marga Eraws guna membantu PMI akan ketersediaan stok darah di kota Batam.

Aksi donor darah yang digelar Yayasan Ananda Marga Eraws Batam bekerja sama dengan PMI Kota Batam kali ini diadakan pada Hari Sabtu, tanggal 20 September 2014. Bertempat di Sekretariat Yayasan Ananda Marga Eraws Batam, Jalan  Laksamana Bintan , Komplek Inti Batam Business & Industrial Park , Blok C/5A , Sie Panas – Batam.

Brosur Donor darah 20SEP2014-page-001 Brosur Donor darah 20SEP2014-page-002

Dipublikasi di External, Kegiatan

KEGIATAN PERIODE : JANUARI – JUNI 2014

LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JAN-JUN 2014-page-020LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JAN-JUN 2014-page-005 LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JAN-JUN 2014-page-006 LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JAN-JUN 2014-page-007 LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JAN-JUN 2014-page-008 LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JAN-JUN 2014-page-009 LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JAN-JUN 2014-page-010 LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JAN-JUN 2014-page-011 LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JAN-JUN 2014-page-012 LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JAN-JUN 2014-page-013 LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JAN-JUN 2014-page-014 LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JAN-JUN 2014-page-015 LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JAN-JUN 2014-page-016 LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JAN-JUN 2014-page-017 LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JAN-JUN 2014-page-018 LAPORAN KEGIATAN SOSIAL YAM-ERAWS JAN-JUN 2014-page-019

Dipublikasi di External, Kegiatan

AKSI SOSIAL DONOR DARAH

AKSI SOSIAL DONOR DARAH

Gambar | Posted on by

Kegiatan 2013

00007 00008000010000200003000040000500006

00009       000011  000010

Photo Kegiatan Kerja Yayasan Ananda Marga Eraws masa Januari s/d Desember 2013

Gambar | Posted on by

Peraturan Asanas

 

  1. Mandi setengah (Vyapaka Shaoca) atau mandi penuh harus dilakukan sebelum melakukan Asana kecuali kalau anda melakukan Asana segera setelah meditasi. Lakukan hal ini juga sebelum meditasi harian.
  2. Anda harus melakukan Asana di dalam ruangan tanpa terpaan angin langsung. Kalau dilakuka di ruang tertutup, pastikan ada ventilasi yang baik.
  3. Harus tidak ada asap / bau dupa atau asap / bau lainnya di ruangan tersebut.
  4. Jika dilakukan secara pribadi, pria harus memakai Kaopiina / Langgota atau celana dalam dan harus tidak ada pakaian lain di tubuh. Wanita harus memakai pakaian dalam yang pas dan bra.
  5. Anda harus melakukan Asana di atas selimut atau matras. Jika dilakukan langsung ke lantai, anda bisa terkena flu dan beberapa komponen dari minyak tubuh yang keluar akan rusak.
  6. Nafas melalui hidung. Lubang hidung sebelah kiri atau kedua-duanya harus terbuka (tidak buntet) ketika anda melakukan Asana. Jangan melakukan Asana ketika hanya hidung kanan yang terbuka.
  7. Tidak ada pembatasan tentang nostril (lubang hidung) untuk Asana-asana berikut: Padmasana, Siddhasana, Ardha Siddhasana, Bhojanasana, Viirasana, Dhiirgasana dan Bhujangasana.
  8. Diet sentien sangat disarankan.
  9. Jangan mencukur bulu-bulu di persendian tubuh.
  10. Kuku harus dipotong pendek.
  11. Tidak boleh melakukan Asana dalam keadaan perut terisi penuh. Anda harus menunggu dalam jangka dua setengah atau tiga jam setelah makan. Anda harus menunggu setengah jam setelah melakuan Asana sebelum memakan makanan yang keras. Anda dapat memakan makanan cair 15 menit setelah Asana.
  12. Anda harus melakukan massage pada tangan, kaki dan seluruh tubuh khususnya di daerah persendian ( seperti yang diajarkan di kelas) setelah melakukan asana.
  13. Tidak boleh menyentuh air selama 10 menit seteah Asana.
  14. Praktisi Asana tidak boleh memassage tubuhnya dengan minyak. Kalau suka, anda boleh mengoleskan sedikit minyak ke suluruh tubuh.
  15. Tidak boleh melakukan latihan pernafasan ( pranayama) setelah melakukan asana.
  16. Adalah baik untuk berjalan-jalan sendiri selesai Asana untuk beberapa menit.
  17. Jika ada keperluan untuk keluar ruangan setelah berlatih Asana dan pada saat itu suhu belum menurun ke tingkat normal, atau jika ada perbedaan temperatur ruangan, anda harus menutup tubuh anda ketika keluar. Jika sempat, hirup nafas selagi di dalam ruangan dan membuang nafas ketika berada di luar ruangan. Dengan begitu, tidak akan ada kemungkinan terkena flu.
  18. Tidak dilarang untuk melakukan olahraga fisik seperti lari atau sport lainnya. Tetapi segera setelah Asana, anda dilarang langsung melakukan sport.
  19. Jika sakit, jangan melakukan Asana.
  20. Perempuan tidak boleh melakukan Asana selama menstruasi, hamil dan setelah satu bulan melahirkan. Asana untuk meditasi Dhyana dapat dilakukan dalam semua kondisi – Padmasana, Siddhasana dan Viirasana adalah Asana yang cocok untuk Dhyana dan Dharana.
Dipublikasi di Artikel, Y o g a

Senam Yoga Asanas

Ribuan tahun yang lalu, para Yogi bermeditasi di hutan-hutan dan di gunung-gunung Himalaya dan dengan hati-hati memperhatikan binatang-binatang liar yang menyertai kesendirian mereka. Melalui pengamatan yang dalam, mereka mulai menemukan teknik-teknik yang telah diberikan oleh Alam ke dalam ciptaanNya untuk menjaga mereka agar tetap sehat, lincah dan waspada. Mereka telah menemukan bagaimana berbagai binatang secara instingtif menyembuhkan diri mereka sendiri, rileks, tidur dan tetap terjaga. Yogi-yogi ini bereksperimen dengan postur-postur hewan pada tubuh mereka sendiri dan setelah melalui banyak penyesuaian kembali melalui intuisi yang dalam, mereka akhirnya menciptakan sebuah rangkaian latihan fisik yang sistimatis yang dinamakan Asana. Banyak asana yang setelah ditemukan dinamai sesuai dengan nama binatang yang menginspirasikan mereka: Kobra, Belalang, Merak, Ikan, Dsb.

Asana secara harafiah berarti “Gaya tubuh yang ditahan secara nyaman”. Selama gerakan-gerakan ini, tubuh tetap berada dalam keadaan efisiensi yang terrileksasi dan pernafasan yang dalam yang secara alamiah menyertai postur-postur ini membawa oksigen yang akan diserap ke dalam aliran darah. Asana mempengaruhi setiap aspek dari badan manusia; mereka merilekskan dan membentuk otot-otot dan sistim saraf, meregangkan ligamen-ligamen dan tendon-tendon yang kaku, melenturkan persendian dan memasage organ-organ internal.

Para Yogi menemukan bahwa simponi tubuh yang kompleks dikendalikan oleh kelenjar-kelenjar. Substansi-substansi kimia yang disekresikan oleh kelenjar-kelenjar ini oleh para ilmuwan dinamakan ‘Hormon’. Hormon mempunyai efek yang mendasar bagi fungsi-fungsi fisik dan mental; pertumbuhan, pencernakan, tingkat energi, emosi, dsb. Contohnya, thyroxine dosis tinggi, sekresi dari kelenjar thyroid, menjadikan orang yang sangat normal menjadi gugup dan mudah marah.

Psikologi Yogik telah dapat menggambarkan ke 50 kecenderungan (vrtii) dari pikiran manusia; rasa takut, malu, marah dsb., yang ditentukan oleh sekresi-sekresi kelenjar-kelenjar yang tersebar disekitar ketujuh pusat-pusat psikis atau cakra di sepanjang tulang belakang. Kelelahan mental adalah diakibatkan oleh efek yang mengacaukan dari kecenderungan-kecenderungan ini yang mencari ekspresi melalui berbagai aksi sehingga mengakibatkan ketidakseimbangan di dalam pikiran. Karena kecenderungan-kecenderungan ini diciptakan atau dirangsang oleh hormon-hormon yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar, orang dapat menyetel ekspresi-ekspresi ini sehingga menyeimbangkan pikiran dengan penyeimbangan sekresi-sekresi glandular tersebut.

Selama Asana, postur-posturnya ditahan tak bergerak selama jangka waktu tertentu dan memberikan tekanan kepada kelenjar-kelenjar target sehingga menyeimbangkan sekresi-sekresi mereka. Selain mencegah penyakit dan menjaga tubuh agar tetap fleksibel, asana menyeimbangkan dan mengontrol vrtii seseorang yang sedang bermasalah secara bergantian dan secara bertahap pikiran akan menjadi tenang dan terpusat.

Jadi, untuk orang yang berlatih meditasi, latihan secara teratur asana adalah penting sekali. Sejalan anda menjelajahi keluasan pikiran anda selama meditasi, anda akan mulai merasakan kebutuhan untuk memiliki tubuh yang sehat bagi kesadaran anda yang selalu berkembang tersebut. Tubuh fisik bukanlah sesuatu yang berbeda dan terpisah dari pikiran; tubuh fisik sebenarnya adalah lapisan pikiran yang paling luar dan merupakan ‘Dasar’ bagi meditasi. Sebuah pelatihan Yoga yang lengkap membutuhkan sebuah sistim latihan (Asana) yang berguna untuk membersihkan dan memurnikan tubuh fisik dan untuk mengarahkan pikiran menuju usaha total untuk mencapai Kesadaran Universal.

Dipublikasi di Artikel, Y o g a

Yoga Menyeimbangkan Hormon Dalam Tubuh Kita

Kelenjar dalam tubuh manusia memproduksi suatu cairan kimia yaitu hormon yang mengalir dalam tubuh kita dan memiliki efek terhadap tubuh dan pikiran. Harmon ini sangat mempengaruhi pusat-pusat energi yang ada dalam tubuh. Ketidak seimbangan produksi hormon ini mengakibatkan tidak saja penyakit fisik, tetapi juga menyebabkan ketidakseimbangan emosi dan mental seperti kemarahan, kekhawatiran, kebencian, ketakutan dan lain sebagainya.Yoga asanas didesain untuk memberikan tekanan yang halus pada semua kelenjar. Hal ini tentunya berpengaruh langsung pada keseimbangan produksi hormon sehingga didapat keadaan mental dan pikiran yang seimbang.

Sejak jaman dahulu para praktisi yoga telah mengembangkan berbagai macam latihan fisik dan mental seperti meditasi, yang secara langsung mempengaruhi kelenjar pineal untuk menenangkan dan mengarahkan pikiran kepada kesadaran yang lebih tinggi.

Dalam yoga asanas pose Shasaungasana (kelinci) juga didesain untuk mendapatkan kesabaran dan kedamaian mental serta meningkatkan kapasitas memori pada otak manusia. Kelenjar tiroid yang memproduksi hormon tiroksin pada leher mengontrol metabolisme dalam tubuh juga sirkulasi energinya. Kekurangan hormon tiroksin mengakibatkan keterbelakangan mental, obesitas, dan rasa ngantuk yang berlebihan. Dalam kasus ini seseorang bisa tidur 12 jam sampai 14 jam sehari! Untuk mengatasi hal ini kita bisa melakukan pose Sarvaungasana (pose bahu) yang divariasikan dengan pose Matsyamudra (pose ikan).
Pada pose sarvaungasana leher ditekuk sehingga dagu menekan dada. Dan pada pose matsyamudra terjadi peregangan pada leher. Dengan cara menekuk dan meregangkan leher seperti ini akan memberikan pemijatan yang efektif, sehingga didapat produksi hormon tiroksin yang seimbang. Karena kelenjar tiroid merupakan salah satu kelenjar pengontrol dalam tubuh kita, maka keseimbangan fungsi dari kelenjar ini dapat membantu menjaga tubuh tetap bugar.
Dipublikasi di Artikel, Y o g a


Gambar | Posted on by